Sebagai seorang Ibu pekerja yang sedang cuti karena melahirkan, pompa ASI dan segala tetek bengeknya adalah salah satu hal yang jadi pikiran. Mindsetnya adalah anak harus minum ASI ekslusif tanpa bantuan susu formula. Ikhtiarnya adalah minum obat perangsang ASI selama hamil dan minum sari kedelai saat setelah melahirkan. Alhamdulillah sekali ASI lancar dan mencukupi untuk kebutuhan harian si kecil, bahkan untuk stok selama masa kembali kerja pun aman.
Cerita tentang sari kedelai, sebenarnya ini adalah ASI booster alami buat saya. Fakta bahwa bayi saya alergi setiap saya minum susu sapi, membuat saya berpikir untuk mencari pengganti bantuan nutrisi untuk si kecil. Prenagen Lactamom yang sudah dibelipun tak berani saya minum karena takut dia alergi juga. Pesan dokter Sp.A yang menangani adek adalah saya disarankan minum sari kedelai karena tidak menimbulkan alergi. Volume ASI perah saya sebelum minum sari kedelai adalah 200 ml (1xperah, selama jam kerja kantor), setelah minum sari kedelai 400 ml (2x perah, selama jam kerja kantor).
Nah selama proses pompa memompa, saya mencoba berbagai jenis media penyimpanan ASIP. Mulai dari botol UC, BKA, Vial, kantong ASI Gabag, Momo, Natur, Kato. Berikut ini adalah penampakannya.
Dari kiri ke kanan : Kantong ASI Kato, Botol Vial, Gabag, Momo self standing, Momo gepeng, Natur gepeng
1. Kantong ASI Kato
Dibeli karena bener bener urgent gegara kantong ASI yang dipesan online ngga nyampe nyampe. Harganya IDR 40.000. Waktu dibuka pertama kali bau plastiknya menyengat sekali. Dan ada semacam debu serat putih di dalam kantongnya. Tulisan di box nya pre-sterilized bag tapi saya ngga yakin. Alhasil saya buka sekali dan kemudian tutup lagi tanpa pernah dipake. Highly recommend NOT to buy
2. Botol Vial
Botol Vial ini termasuk botol tutup karet yang lumayang murah yaitu IDR 3.500 per botol. Ada lagi namanya botol BKA, botol tutup karet yang karetnya warna biru harganya IDR 8.500. Selain itu juga ada botol UC tutup plastik harganya IDR 6.000. Menurut saya botol paling enak adalah botol BKA warna biru. Tutup karetnya empuk dan mudah dibongkar pasang. Punya vial keras sering susah buat nutup rapat. Penggunaan botol ini harus disiplin menuangkan ASI max 100 ml karena ASI akan mengembang dalam keadaan beku. Jika diisi diatas 100 ml, saat ASI sudah beku tutup karet biasanya akan terlempar dan tutup plastik akan pecah. Bahkan pernah kejadian juga karena tutup karet terlalu rapat yang pecah malah botolnya. Susah susah mompa malah ASI nya harus dibuang. -Pedih-
*Penampakan botol BKA dan UC tidak ada karena sudah kosong semua*
3. Kantong ASI Gabag
Kantong ASI merek ini dibeli sebagai wujud “Cintailah Ploduk Ploduk Indonesia.” Plastiknya tebal dan kaku, double zipper, pre-sterilized, self standing bag dengan max isi 100 ml. Tapi kalo mau diceperin ngga bisa bener bener flat. Harga IDR 40.000. Gabag juga punya varian yang lebih besar yaitu 180 ml. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan.
4. Kantong ASI Momo
Kantong ASI ini dipilih karena di seantero Shopee, Momo adalah kantong ASI paling murah. Bentuknya hampir mirip dengan Gabag, hanya saja ukurannya lebih besar yaitu 180 ml serta hanya single zipper. Sebelah kiri dan kanan dikelilingi dengan plastik press untuk heat sealing (sama seperti Gabag). Namun hal inilah yang membuat dia ngga bisa benar benar flat saat diceperin. Alhasil mengambil cukup banyak space di freezer. Selain itu juga single zipper membuat dia gampang bocor.
Nah selama proses pompa memompa, saya mencoba berbagai jenis media penyimpanan ASIP. Mulai dari botol UC, BKA, Vial, kantong ASI Gabag, Momo, Natur, Kato. Berikut ini adalah penampakannya.
Dari kiri ke kanan : Kantong ASI Kato, Botol Vial, Gabag, Momo self standing, Momo gepeng, Natur gepeng
1. Kantong ASI Kato
Dibeli karena bener bener urgent gegara kantong ASI yang dipesan online ngga nyampe nyampe. Harganya IDR 40.000. Waktu dibuka pertama kali bau plastiknya menyengat sekali. Dan ada semacam debu serat putih di dalam kantongnya. Tulisan di box nya pre-sterilized bag tapi saya ngga yakin. Alhasil saya buka sekali dan kemudian tutup lagi tanpa pernah dipake. Highly recommend NOT to buy
2. Botol Vial
Botol Vial ini termasuk botol tutup karet yang lumayang murah yaitu IDR 3.500 per botol. Ada lagi namanya botol BKA, botol tutup karet yang karetnya warna biru harganya IDR 8.500. Selain itu juga ada botol UC tutup plastik harganya IDR 6.000. Menurut saya botol paling enak adalah botol BKA warna biru. Tutup karetnya empuk dan mudah dibongkar pasang. Punya vial keras sering susah buat nutup rapat. Penggunaan botol ini harus disiplin menuangkan ASI max 100 ml karena ASI akan mengembang dalam keadaan beku. Jika diisi diatas 100 ml, saat ASI sudah beku tutup karet biasanya akan terlempar dan tutup plastik akan pecah. Bahkan pernah kejadian juga karena tutup karet terlalu rapat yang pecah malah botolnya. Susah susah mompa malah ASI nya harus dibuang. -Pedih-
*Penampakan botol BKA dan UC tidak ada karena sudah kosong semua*
3. Kantong ASI Gabag
Kantong ASI merek ini dibeli sebagai wujud “Cintailah Ploduk Ploduk Indonesia.” Plastiknya tebal dan kaku, double zipper, pre-sterilized, self standing bag dengan max isi 100 ml. Tapi kalo mau diceperin ngga bisa bener bener flat. Harga IDR 40.000. Gabag juga punya varian yang lebih besar yaitu 180 ml. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan.
4. Kantong ASI Momo
Kantong ASI ini dipilih karena di seantero Shopee, Momo adalah kantong ASI paling murah. Bentuknya hampir mirip dengan Gabag, hanya saja ukurannya lebih besar yaitu 180 ml serta hanya single zipper. Sebelah kiri dan kanan dikelilingi dengan plastik press untuk heat sealing (sama seperti Gabag). Namun hal inilah yang membuat dia ngga bisa benar benar flat saat diceperin. Alhasil mengambil cukup banyak space di freezer. Selain itu juga single zipper membuat dia gampang bocor.
5. Kantong ASI Natur
Naahh ini dia jagoan saya. Saya membeli Natur sebagai tindak lanjut dari gagalnya kantong ASI Kato. Mampir di salah satu baby shop di Malang dan ternyata hanya menjual satu merek kantong ASI. Alhasil saya comot Natur karena tidak punya pilihan lain. Plastiknya tebal namun lentur dan tidak kaku. Ukurannya max 240 ml. Pre-sterilized, double zipper, self standing bag. Natur tidak memiliki heat sealing di sekelilingnya namun ternyata ini adalah kelebihannya. Berdasarkan pengalaman saya, kantong ASI jika dibuat berdiri terlalu makan space. Jadinya teknik membekukannya adalah menyisakan hanya sedikit udara di kantongnya untuk pemuaian baru ditutup. Setelah itu dibekukan dalam posisi horizontal. Kalo sudah beku baru disusun. Hasilnya adalah flat optimum daripada merek Gabag dan Momo. Pernah suatu ketika saat boyongan dari Malang ke Sidoarjo, tas ASI Gabag digunakan untuk membawa 12 kantong ASIP beku, sedangkan 2 kantong ASIP yang baru saja diperah saya masukkan dengan penuh paksaan sehingga posisinya ngga beraturan. Untungnya dengan plastik yang lentur dan double zipper yang kuat membuat ASIP sampai di Sidoarjo dengan selamat.
Itulah review dari saya. Dikarenakan umur anak saya yang masih 3 bulan, saya selalu menjaga agar satu kantong ASI diisi tidak lebih dari 110 ml. Hal ini untuk menjaga agar tidak ada ASIP yang terbuang karena kemampuan si kecil hanya 90-110 ml sekali minum.
Bagaimanapun juga review ini ditulis sesuai pandangan subjektif dan keadaan yang saya miliki. Semoga bermanfaat. Salam semangat mamah perah ❤️
0 komentar:
Posting Komentar